SUMENEP, RUBARU-Metrozone-news.Di bawah langit senja yang meredup, Pasar Kecamatan Rubaru menjelma menjadi ruang sakral yang sarat makna. Ratusan warga dari berbagai penjuru Desa Rubaru berkumpul dalam satu nafas: memanjatkan doa, merawat tradisi, dan mengetuk harapan akan masa depan yang lebih sejahtera.Selasa, 7 April, 2026
Kegiatan Rokad Bumi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa se-Kecamatan Rubaru ini berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual. Hadir dalam acara tersebut Danramil Rubaru, jajaran anggota Polsek Rubaru, tim media, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan kehidupanbaik lahir maupun batin.
Lantunan doa menggema, mengalir lembut namun dalam, seakan menembus batas antara dunia yang terlihat dan yang tak kasat mata. Dalam setiap untaian doa, terselip penghormatan kepada para leluhur Desa Rubaru sosok-sosok yang diyakini tetap hadir, menjaga, dan mengiringi perjalanan generasi penerusnya.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari Bang Arya, seorang Spiritual sekaligus wartawan yang berdomisili di Rubaru. Ia menilai bahwa Rokad Bumi bukan sekadar ritual budaya, melainkan wujud nyata kesadaran masyarakat dalam menjaga jati diri dan nilai-nilai spiritual di tengah arus zaman.
“Tradisi seperti ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk terus dihidupkan. Di sinilah masyarakat belajar tentang asal-usul, tentang rasa syukur, dan tentang pentingnya kebersamaan,” ungkapnya.
Lebih jauh, kegiatan ini menyimpan pesan-pesan luhur yang patut direnungkan.
Bahwa manusia tidak pernah benar-benar berdiri sendiri ia terhubung dengan alam, sejarah, dan doa-doa para pendahulunya. Dalam setiap langkah kehidupan, ada nilai keselarasan yang harus dijaga, agar tidak tercerabut dari akar yang memberi makna.
Rokad Bumi juga mengajarkan bahwa kemajuan tidak boleh melupakan asal-usul.
Bahwa modernitas harus berjalan seiring dengan kearifan lokal. Dan bahwa kekuatan terbesar sebuah masyarakat terletak pada kebersamaan, rasa hormat, serta keyakinan yang terjaga.
Di tengah dunia yang semakin bising, tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya kembali pada keheningan tempat di mana doa dipanjatkan dengan tulus, dan harapan dititipkan dengan penuh keyakinan.
Pada akhirnya, Rokad Bumi bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang menjaga keseimbangan hidup: antara manusia dan Tuhan, antara masa lalu dan masa depan, serta antara yang terlihat dan yang tak kasat mata. Sebuah warisan yang bukan hanya dijaga, tetapi juga dimaknai oleh masyarakat Rubaru, untuk generasi yang akan datang.red_Arya
